Tips Hidup Sebagai Orang Indonesia di Indonesia

Jawa, Sunda, Batak, Tionghoa, Buddha, Kristen, Muslim : Kami orang Indonesia.

Mungkin kamu heran ya, kenapa saya nulis judulnya kaya gitu. Biasanya kan kalo artikel-artikel lain suka memberi tips bagaimana untuk hidup sebagai orang Indonesia di luar negeri… Ini kok malah ngasih tips untuk hidup di negeri sendiri.

Lha ya iya lho. Soalnya kalo saya perhatikan, akhir-akhir ini banyak orang yang merasa kesulitan untuk mempercayai kalau dirinya adalah orang asli Indonesia yang lahir besar makan dan buang air di negara ini. Sebagian ada yang lebih merasa dirinya seperti berasal dari negara tempat agamanya diturunkan. Sebagian ada yang merasa disisihkan bahkan dibenci karena dituduh sebagai keturunan bangsa lain. Padahal KTP mereka sama-sama keluaran kantor kelurahan yang diatur oleh Republik Indonesia, dan bayar pajaknya juga sama-sama ke negara ini toh?

Banyaknya berita akhir-akhir ini yang seakan berusaha memecah belah negara ini membuat saya sedih banget. Kenapa kok kayanya susah sekali sih jadi orang Indonesia di negeri sendiri? Mungkin – ini perkiraan saya doang sih, semoga nggak ya – mungkin arus informasi dan akses yang sedemikian cepat dan mudah di jaman digital sekarang ini, membuat sebagian orang merasa tidak siap untuk mengolah mana yang benar dan mana yang salah, sesuai dengan norma-norma hidup bermasyarakat yang sejak kecil ditanamkan oleh guru-guru dan orangtua kita dulu. Mungkin, ada yang terlupakan dan terabaikan sehingga sikap seseorang berubah dan tidak lagi serasi dengan nilai-nilai kehidupan bernegara di Indonesia. Mungkin, ya.

Acara Netizen Bandung ngobrol bareng MPR RI minggu lalu

Itulah sebabnya saya membuat artikel ini. Beberapa waktu yang lalu, saya dan teman-teman blogger berkesempatan untuk berbincang-bincang dengan para pengurus negara, dari Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia. Sebagai lembaga tinggi negara, MPR juga punya andil dalam mengarahkan setiap warga negaranya untuk memiliki kehidupan bernegara yang baik. Itulah mengapa MPR berpegang pada 4 pilar :

  1. Pancasila

    Pancasila, ideologi dasar negara Indonesia


    Sebagai dasar negara kita, Pancasila ini sering kali terlupakan. Bukan cuma lupa isinya, tapi juga lupa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
    Kadang kita lupa tentang Ketuhanan Yang Maha Esa, yang menjamin setiap warna negara untuk bebas memeluk agamanya masing-masing. Ada yang suka lupa kalau di Indonesia mengakui tidak hanya satu agama, tetapi lima agama dan kepercayaan.
    Sudahkah jiwa kita memilik jiwa Kemanusiaan yang adil dan beradab? Masih ada sebagian dari kita yang lupa kalau kita bukan bangsa barbar, bahwa setiap manusia punya hak untuk hidup dan mendapatkan perlakuan yang adil. Bahwa beradab tidak hanya dalam tindak tanduk, tetapi juga lisan terutama di media sosial.
    Persatuan Indonesia tidak hanya omong kosong belaka. Lha wong Indonesia itu terdiri dari ribuan suku dan etnis, belum lagi bahasa dan kepercayaan. Paling rawan untuk dipecah-belah dan diadu domba, seperti pada masa penjajahan dulu.
    Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan mengingatkan kita untuk tidak egois dan main hakim sendiri. Kita hidup dalam masyarakat, bukan di hutan. Masyarakat yang multi-etnis pula.
    Dan lihatlah ke sekitar kita, apakah sudah tercipta keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia? Kalau korupsi saja masih dimaklumi, hujatan-hujatan di media sosial saja masih diamini, yakin kamu bisa jadi manusia Indonesia yang baik?
    Maka tips pertama dari saya: Ingatlah dan amalkanlah Pancasila.

  2. Undang-Undang Dasar tahun 1945
    Saya yakin sih kalian pasti nggak bakal inget isi dari UUD ‘45. Dulu waktu jaman saya SD, SMP, dan SMA, ada pelajaran PPKN (Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan) yang mengharuskan saya untuk menghafal isi UUD 45. Sekarang, saya nggak yakin sih masih hafal, tapi jadi semakin terasa bahwa Undang-Undang Dasar itulah yang mengatur kehidupan kita bernegara di Indonesia. Undang-Undang itulah yang menjadi pegangan kita untuk menjadi manusia yang baik, taat hukum, beradab, dan tidak sewenang-wenang.
    Jadi, tips kedua dari saya: Janganlah kamu sok jadi manusia paling bener di Indonesia, karena semua ada aturannya. Dan di Indonesia ini, segala aturan itu sudah tercantum dalam UUD 1945. MPR sudah mengkaji dan membuat berbagai peraturan-peraturan yang mengacu pada UUD 1945 dan itulah yang harus kita taati, sebagai orang Indonesia. Kalau masih bingung kaya gimana sih aturan menjadi orang Indonesia yang baik, coba mampir ke toko buku dan belilah itu buku Undang-Undang Dasar 1945, baca lagi isinya biar agak pinteran dikit.

  3. Bhinneka Tunggal Ika
    Artinya, berbeda-beda namun tetap satu. Seperti yang sudah saya bilang tadi kan. Di Indonesia ini terdiri dari beragam suku dan etnis, agama dan kepercayaan. Tidak ada yang namanya istilah pribumi, atau keturunan. Yang ada adalah orang Indonesia. Kalau kamu masih merasa suku kamu paling hebat, agamamu paling bener, dan tingkat toleransimu terhadap orang lain masih rendah, saran saya sih kamu pindah kewarganegaraan aja. Tapi kalau kamu memang ingin jadi orang Indonesia yang baik, ya terimalah kenyataan bahwa negara ini menyatukan setiap suku, setiap etnis, setiap pemeluk agama, untuk memilik hak dan kewajiban yang sama sebagai rakyat Indonesia. Kita tidak punya hak untuk menghujat atau melecehkan orang lain yang berbeda suku atau berbeda agama dengan kita. Kalau masih ragu, ingat lagi poin kedua di atas, bahwa setiap warga negara memiliki hak dan kewajiban yang dijamin oleh Undang-Undang Dasar.
    Tips ketiga dari saya: jalinlah hubungan baik antar umat beragama dan juga antar suku bangsa. Seingat saya dalam agama Islam diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW untuk menjaga hubungan dengan Allah (Habluminallah) dan juga wajib menjaga hubungan antar manusia (Habluminannas). Dalam agama Kristen, Yesus juga memerintahkan umatnya untuk selalu mengasihi sesama bahkan musuh sekalipun. Saya yakin di agama-agama lain pun selalu ada perintah untuk mencintai sesama makhluk hidup, dan apalah hak kita sebagai manusia untuk menentang perintah Tuhan, bukan.

  4. NKRI
    Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kurang jelas apa lagi coba. Negara kita jelas-jelas merupakan negara kesatuan, berbentuk republik. Kalau ada yang berpikir untuk mengubah bentuk negara ini seperti yang dia inginkan, ya mending dia bikin negara sendiri aja di luar Indonesia ya. Pindah ke gurun Gobi, misalnya. Itu juga kalo nggak diusir ama pemerintah Mongolia ya. Ingatlah kalau kita tidak mengakui negara kita ini sebagai NKRI, pilihannya dua: kamu ditangkap karena makar, atau ya keluar aja dari Indonesia dan jangan jadi warga negara ini.
    Jadi tips keempat untuk jadi orang Indonesia: jagalah kesatuan negara ini, juga nggak usah sok-sok ingin mengubah bentuk negara berdasarkan suatu kepercayaan tertentu.

Keempat pilar yang disosialiasikan oleh MPR ini seharusnya sudah terpatri dan terkandung dalam setiap tindakan kita, gaya hidup kita, dan jiwa kita sebagai orang Indonesia. Tapi pada kenyataannya, manusia itu sering lupa. Semoga tulisan saya ini bisa menjadi bahan pengingat kalau kita adalah orang Indonesia ya. Yuk sama-sama kita jaga tanah air kita ini, agar Indonesia selalu menjadi rumah yang nyaman bagi semua orang.

7 Comments

  1. Leon

    topik berat yang menarik untuk dibaca…tp bukan hal mudah untuk melaksanakannya

    • Hehehehe memang nggak mudah sih, tapi kalau tiap orang bisa bertoleransi dikiitt aja, itu juga udah mayan bikin suasana jadi lebih kondusif kan 😀

  2. Skinny Ferris

    Akupun bingung kenapa kok pada mau ngubah negeri yang udh jauuuuuuuuh lebih tua daripada dirinya sendiri. Lahir dan besar di indonesia, ya cintailah indonesia yang beragam masyarakatnya! Knp malah mau diganti jadi kayak negara tertentu, yang notabene dari mulai sejarah, iklim, kebiasaan, nilai2 luhurnya beda sama indonesia. Seharusnya “Dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung”.

    • yah itu dia… mungkin rasa ke-Indonesia-annya masih kalah sama fanatisme 🙂

  3. Tema yang berat tapi sebenarnya dekat banget dengan kehidupan sehari-hari kita, ya, Rat. Bahkan kadang kita sendiri ga menyadarinya.

  4. Iya aku sedih sekarang kok jd Kaya gini, kok gampang banget kena hasutan hanya krn seseorang bilang Kamu masuk surga kalo ikut kata2 saya nah lgs di terima mentah2, makanya paling males buka fb n baca berita yg disebarin tp mau ngasih tahu pasti lgs kita disebut masuk neraka, smoga yg suka menghasut cepet diberantas n semua Lebih Pinter deh kalo nerima berita yg diatasnamakan agama

  5. gangsar

    sejak kecil dan SD pun semua sudah melalui pendidikan dasar tentang cinta tanah air, semakin dewasa dihadapkan pada kenyataan semakin keras bertahan untuk hidup. nilai-nilai moral pancasila pun semakin jauh tergambar nyata diawali pihak pemerintah sendiri tidak mengamalkan pancasila (korupsi/arogan/nepotisme dsbnya), dan seterusnya merembet ke semua lini dan sendi kehidupan bangsa,…rakyat mencontoh dan semakin liar karena rusaknya nilai-niali keteladanan sebagaimana yang diamanatkan UUD1945, PANCASILA, BHINEKA TUNGGAL , NKRI, semakin tergerus nilai globalisme “liberalisme, materialisme, hedonisme, kapitalisme dan radikalisme”

Leave a Reply

Recent Post