Mata Air Guyangan, Perjalanan Epik di Nusa Penida

Pintu masuk ke jalan menuju Mata Air Guyangan, yang tampak biasa-biasa aja. Ternyata...

Pintu masuk ke jalan menuju Mata Air Guyangan, yang tampak biasa-biasa aja. Ternyata…

Salah satu lokasi yang (menurut saya sih) wajib dikunjungi kalau kamu berada di Bali, adalah Mata Air Guyangan. Bukan cuma mata air biasa lho. Tapi di sini kamu bisa liat langsung pemandangan laut selatan dan tebing karangnya yang megah, dan deburan ombak yang warnanya biru menghantam karang. Di sini juga terdapat Pura Segara Kidul, yaitu pura yang dibangun untuk menghormati penguasa laut selatan, Kanjeng Ratu / Diah Dewi.

Mata Air Guyangan ini letaknya di Nusa Penida, alias Bali bagian selatan. Kalau dari Denpasar, kamu kudu nyebrang dari Sanur ke Nusa Penida naik kapal (boat). Yaah sekitar 40 menitan lah. Nah, dari situ kamu harus melewati jalanan yang lumayan berkelok-kelok untuk mencapai bagian selatan pulau ini. Tepatnya di desa Batu Kandik, kalau liat peta sih bagian selatan agak ke barat dari pulau Nusa Penida.

Pemandangan menakjubkan di bawah saya membuat saya lupa sejenak kalau kaki gemetar

Pemandangan menakjubkan di bawah saya membuat saya lupa sejenak kalau kaki gemetar

Kalau melihat dari pintu masuknya sih kayanya biasa-biasa aja ya. Tapi jangan terkecoh, sodara-sodaraaa… Karena ternyata untuk mencapai Mata Air Guyangan ini harus melewati anak-anak tangga yang menuruni tebing karang. Mungkin ada sekitar 800 anak tangga ke bawah (nggak tau persis sih, udah males ngitung, cuma bisa berdoa aja) dan curam, jadi harus ekstra hati-hati saat melewatinya. Dan ekstra tenaga dan keteguhan hati juga hehehe. Soalnya perjalanan cukup panjang ke bawah, dan kita bisa melihat langsung ombak yang menghantam karang di bawah kaki kita. Buat yang takut ketinggian, pasti lutut langsung lemes lihatnya hehehe.

Untungnya saya meneguhkan hati untuk tetap turun ke bawah, didampingi oleh teman-teman dan Bli Gede Sumadi sang pemandu. Pelan tapi pasti, akhirnya sampai juga saya ke Mata Air yang berada di tengah-tengah tebing. Airnya jernih sekali, sejuk, dan pemandangannya luar biasa keren! Rasa capek dan takut waktu menuruni tangga tadi terbayar rasanya. Langsung deh saya minum dan cuci muka di mata air itu. Kalau mau mandi juga bisa sih, tapi saya nggak bawa baju ganti, jadi duduk-duduk aja sambil asik memotret keindahan laut selatan dan ombaknya yang ganas. Warna lautnya mulai dari putih kebiruan, kehijauan, sampai biru tua yang dalam. Suara deburan yang menderu-deru seakan-akan memanggil kita untuk menghampiri. Lebay ya. Ya gitu deh pokoknya saya terpesona banget.

Ombak laut selatan yang ganas terpecah di tebing karang, pemandangan di depan Mata Air Guyangan

Ombak laut selatan yang ganas terpecah di tebing karang, pemandangan di depan Mata Air Guyangan

Di sebelah mata air ini, ada gapura sebagai pintu masuk ke area Pura Segara Kidul. Ada tiga altar yang berdekatan, tapi sebenernya saya nggak terlalu paham sih. Setelah saya googling, ternyata altar-altar itu sesuai dengan kepercayaan Hindu yaitu Tri Murti. Ada altar Wisnu Tirta (saya nggak ke situ soalnya agak curam naiknya), di bagian agak ke bawah ada Brahma Tirta, dan di tengah Siwa Tirta yang didampingi dengan altar Kanjeng Ratu / Diah Dewi. Altar ini dilengkapi dengan patung Kanjeng Ratu Kidul yang cantik dan bernuansa hijau. Di depan altar ini saya sempat ikut memanjatkan doa dan puji syukur karena telah diberi kesempatan oleh Yang Maha Esa untuk menikmati pemandangan yang luar biasa ini di pulau yang baru pertama kali saya datangi.

Palinggih atau altar Kanjeng Ratu Kidul di Pura Segara Kidul

Palinggih atau altar Kanjeng Ratu Kidul di Pura Segara Kidul

Setelah deg-degan menuruni tangga curam, masih ada pe-er ngos-ngosan menaiki tangga untuk kembali ke atas

Setelah deg-degan menuruni tangga curam, masih ada pe-er ngos-ngosan menaiki tangga untuk kembali ke atas

Perjuangan yang sebenarnya adalah waktu balik ke atas lagi sih. Karena nanjak nurunin tangga curam tadi lebih pegel daripada pas turunnya, hehehe. Jadi kalau kamu ke sana, pastikan cukup waktu buat trek dan beristirahatnya ya. Jangan sampai hilang fokus, nanti keliyengan sendiri malah bahaya.

Untuk perempuan-perempuan yang sedang datang bulan dilarang untuk masuk ke area Mata Air Guyangan/Pura Segara Kidul ini. Ada pengumumannya di depan pintu masuk sih. Dan kalau kamu mau bersembahyang di Pura itu pun, pastikan kamu juga memakai kain panjang yang sudah menjadi aturan wajib bagi umat Hindu.

Jadi, siap berpetualang di sisi selatan Nusa Penida?

3 Comments

  1. Ain Mushalin

    Ahirnyaah bisa komenn.. ?

    Kerenn yaa.. worth it ama pegal2 dan basah2annya.. ?

    • Ratri

      ahahahak yuk kesana lagi mas Ain! 😀

      • Ain Mushalin

        Hahahahaa.. moga2 ada rejekinya ngetrip bareng lagi yaa.. ?

Leave a Reply

Recent Post