Jalan-jalan ke Farmhouse Lembang

Tiket masuk bisa ditukar dengan segelas susu murni ini

Tiket masuk bisa ditukar dengan segelas susu murni ini

Beberapa bulan belakangan ini, ada satu tempat yang lagi ramai dibicarakan di Bandung. Foto-fotonya pun banyak banget seliweran di Instagram dan Twitter. Namanya Farmhouse Susu Lembang, yang dari namanya sih udah keliatan kalau tempatnya ada di daerah Lembang, Bandung Utara.

Biar keliatan kekinian, tentu saja saya akhirnya datang juga ke Farmhouse ini. Untung saya datangnya di hari Selasa kemarin, bukan weekend. Karena kalau di akhir pekan, tempat ini ramainya bukan main, mau parkir aja susah. Kalau kata pengelolanya, pengunjung di akhir pekan bisa mencapai 10,000 pengunjung. Sementara pengunjung di hari biasa sih 5000 orang aja. Rame, sodara-sodara!

Ada apa sih di Farmhouse?
Begitu masuk ke kawasan Farmhouse, saya dan teman-teman membayar Rp 20,000,- per orang. Tiket masuk ini nantinya bisa ditukarkan dengan segelas susu murni atau sosis bakar di pintu masuk area Farmhouse. Oya, area parkir di dalam farmhouse ini cukup luas kok, bisa muat sekitar 200 mobil. jadi masih bisa lah, daripada parkir di luar atau area rumah penduduk yang keamanannya nggak terjamin (dan biasanya digetok harga parkir yang lumayan bikin emosi).

Anak-anak bisa ngasih makan hewan-hewan ternak (Photo credit to Ima Rochmawati - matakubesar.com)

Anak-anak bisa ngasih makan hewan-hewan ternak
(Photo credit to Ima Rochmawati – matakubesar.com)

Lahan seluas sekitar 2 hektar ini berisi resto, bakery, coffee shop, gift shop, taman, dan area animal feed alias tempat untuk anak-anak memberi makan hewan-hewan. Makanya nggak heran kalau banyak keluarga yang suka main ke Farmhouse ini, karena sementara ibu-ibu dan anak mudanya sibuk selfie dan berfoto ria, bapak-bapaknya bisa nongkrong ngopi-ngopi, anak-anaknya bisa mainan sama kelinci atau kura-kura. Abis itu bisa belanja dan makan di restonya deh. Komplit, one stop entertainment. Restonya bernama Backyard Kitchen, cukup luas dan interiornya bagus, dengan menu-menu western yang nggak mengecewakan. Review tentang Backyard Kitchen ini bisa dibaca di Nyicip.com ya. Oya, saya juga sempet beli roti croissant dan danish roll di patiserie sebelah resto. Rotinya enak juga, cuma Rp 5000/pcs dengan minimal pembelian 4 buah, lumayan buat teman nyemil sambil muter-muter area Farmhouse ini.

Yang bikin Farmhouse ini menarik adalah konsep bangunan-bangunannya yang bertema Eropa. Jadi rumah-rumahnya (cafe, resto, dan gift shop) sengaja didesain seperti rumah-rumah Eropa jaman dulu. Makanya banyak yang suka sengaja kesini khusus buat foto-foto atau selfie, karena setiap sudut tempat ini memang instagramable banget hehehe. Ada juga persewaan baju ala Eropa jadul yang bisa disewa oleh anak-anak/dewasa, cukup membayar Rp 75,000 per jam, kamu bisa pakai baju ala noni-noni Belanda dan berfoto-foto di sekeliling area Farmhouse biar lebih dapet feel Eropanya. Hihihi lucu juga ya.

Beberapa suvenir di gift shop Farmhouse

Beberapa suvenir di gift shop Farmhouse

Ada juga taman berpagar kawat tempat pengunjung bisa menggantungkan gembok-gembok bertuliskan namanya dan nama pasangan di situ. kaya di Korea gitu…. Konon katanya biar hubungannya awet, hihihi. Di taman itu juga ada satu kolam tempat membuang kunci gemboknya. Kalau kamu gak bawa gemboknya, jangan khawatir karena di sana juga ada gift shop yang menjual gembok-gembok cinta ini.

Buat yang suka belanja ke factory outlet, nggak usah jauh-jauh ke tengah kota Bandung karena di dalam area Farmhouse ini juga ada FO-nya! Lengkap baju-baju dan juga pernak-pernik oleh-oleh yang bisa dibeli. Nggak heran sih, karena selidik punya selidik, ternyata pemilik Farmhouse ini juga salah satu juragan FO paling sukses se-Bandung.

Teman saya Nia Haryanto berpose di depan rumah Hobbit di Farmhouse

Teman saya Nia Haryanto berpose di depan rumah Hobbit di Farmhouse

Sebelum pulang, saya dan teman-teman sempet berfoto dengan salah satu tempat yang paling populer di Farmhouse, yaitu rumah Hobbit. Hehehe, memang cuma replika rumah Hobbit yang bisa difoto dari depannya aja sih, tapi lumayan lah daripada musti jauh-jauh ke New Zealand hahaha. Sayangnya area rumah Hobbit ini agak sempit dan nggak bisa masuk ke dalamnya jadi pengunjung harus cukup puas berfoto di depannya aja. Itu juga pake ngantri, bok! Memang luar biasa kenarsisan orang-orang yang ke Farmhouse ini ya hahaha.

Yah, jadi kalau bingung pengen ngajak keluarga liburan ke mana, bisa lah Farmhouse ini jadi pilihan. Muter-muter tempat ini selama 1-2 jam juga udah cukup cape sih, tapi minimal bisa leyeh-leyeh di dalam restonya yang nyaman dan pulang membaca oleh-oleh permen susu dan pernak-pernik unik. Dan jangan lupa juga bawa kamera atau smartphone yang bagus, karena pasti bakal panen foto-foto di tempat ini!

Leave a Reply

Recent Post