Liburan Di Pulau Pelangi, Somewhere Over The Rainbow

It's time for holiday!

It’s time for holiday!

Liburan ke pantai adalah salah satu jenis liburan yang gue tunggu-tunggu. Karena gue tinggal di kota yang berada di kaki gunung, jadi kalo mau liburan ke pantai tuh rasanya seruuu banget. Dan musti dipilih-pilih juga pantai mana yang asik dan bagus, soalnya negara kita ini kan negara kepulauan, alias punya booaaannyaaaaakk banget pantai keren. Biasanya, tiap tahun gue dan temen-temen merencanakan liburan ke pantai – lebih tepatnya ke salah satu pulau yang ada di Indonesia. Nah, kalau tahun-tahun lalu gue udah ke Pulau Harapan dan Pulau Pari, tahun ini gue berkesempatan ke Pulau Pelangi. Masih di wilayah Kepulauan Seribu sih, jadi nggak jauh-jauh amat dari Jakarta. Budgetnya juga nggak mahal-mahal amat jadinya.

Kalau pas ke Pulau Harapan dan Pulau Pari kemaren gue dan temen-temen liburan hemat murah meriah, kali ini gue rada gaya, hehehe. Pulau Pelangi adalah pulau resort yang (tentunya) membuat liburan gue kali ini lebih terorganisir. Memang lebih mahal, karena akomodasinya jauh lebih bagus. Tapi secara keseluruhan sih sangat worth the money.

Liburan gue kemarin hanya berempat bareng temen-temen gue, yaitu gue, Monika, Dini alias Bang Imam, dan Sisil. Kebetulan tiga orang ini emang udah sering liburan ke pulau, nggak kaya gue. Jadi mereka udah lebih pengalaman lah ya hahahaha. Jadi udah tau nih pulau-pulau mana aja yang oke buat liburan, yang lautnya masih bersih, yang tempat snorkling-nya nggak banyak bulu babi, dan yang akomodasinya nyaman. Naaahh berdasarkan pertimbangan-pertimbangan itulah makanya kami memilih Pulau Pelangi sebagai tujuan leyeh-leyeh hore kali ini.

Ini speedboat yang membawa kami ke Pulau Pelangi dari Marina Ancol

Ini speedboat yang membawa kamike Pulau Pelangi dari Marina Ancol

Hari Sabtu pukul 7 pagi, kami berkumpul di Senayan lalu langsung menuju Dermaga Marina Ancol. Kami bakal ke Pulau Pelangi naik speedboat. Kapalnya jauh lebih bagus dan lebih cepet daripada kapal motor ke kepulauan Seribu yang ada di Muara Angke, hehehe. Ya iyalah, harganya aja sekitar 10 kali lipat. Karena gue belom pernah naik speedboat, jadi rada norak nih hihihi. Ternyata bagian dalam speedboat itu kaya bus, ada kursi-kursi untuk penumpang. Bagian dek atas untuk pak supir (apa sih sebutannya untuk supir speedboat? Nahkoda? Eh iya kan kapal ya) dan untuk speedboat yang lebih besar, ada kursi-kursi penumpang juga di dek atas. Speedboat yang kami naiki ini kebetulan lebih kecil, jadi hanya ada ruang penumpang di dalam dan di luar bagian belakang kapal. Gue duduk di dalam dong, ada AC dan TV nya, hehehe.

Speedboat yang kami naiki namanya Christabel, dan berangkat dari Dermaga 6 Marina Ancol pukul 8 tepat. Gue udah diwanti-wanti untuk sebaiknya minum Antimo buat jaga-jaga kalo mabok. Tapi gue pikir sih kan perjalanan ke Pulau Pelangi naik speedboat hanya memakan waktu sekitar 1,5 jam, jadi nggak perlu lah minum Antimo…. Sampai akhirnya setelah satu jam perjalanan gue mulai merasa mual. Hehehehe. Maklum bukan anak pantai…. Duduk di dalam kapal speedboat yang bergoyang ternyata bikin mabok juga ya…. Untuk mengatasi rasa mual, gue memandang ke arah lautan lepas dari jendela. Memandang garus horison lumayan membantu lho, biar nggak pusing-pusing amat. Tapi ternyata tetep aja sih gue mual hahaha. Yah setelah keluarin isi perut sedikit, akhirnya badan mulai berasa enakan dan gue janji bakal minum Antimo kalo lain kali naik kapal apapun!

Bergaya dulu di anjungan masuk ke Pulau Pelangi :)

Bergaya dulu di anjungan masuk ke Pulau Pelangi 🙂

Untungnya setengah jam kemudian kami sampai di Pulau Pelangi. Horeee!!
Karena pulau ini adalah pulau resort, jadi begitu kami sampai di dermaga, kami disambut oleh para pengelola resort dengan segelas es jeruk segar. Senangnya! Kami leyeh-leyeh dulu di lobby sambil menunggu saatnya check-in ke dalam kamar.Ternyata nggak lama, 15 menit kemudian kami udah boleh check-in. Yay!

Penginapan di pulau ini bentuknya kaya cottage-cottage gitu, jadi tiap kamar terpisah. Dari lobby kami jalan dulu sedikit melewati pantai menuju cottage yang berada di (semacam) hutan pinggir pantai. Asik banget, serasa berpetualang di pulau asing hahaha. Kamar yang gue tempatin bareng temen-temen adalah tipe Jasmine 1, alias kamar yang bisa untuk dua orang plus dua extra bed. Ternyata luas juga kamarnya, dan kamar mandinya pun gede. Kami segera beberes barang bawaan dan siap-siap pakai baju renang dan sunscreen, karena udah nggak sabar pengen segera lari ke pantai!

Pantainya bersih dan berpasir putih, baguuuuss banget! Gue langsung menggelar kain pantai dan leyeh-leyeh sementara temen-temen gue udah langsung nyebur ke air hahaha. Karena pulau ini pulau resort, jadi pantainya sepi nggak banyak orang (ya nggak ada siapa-siapa lagi selain pengunjung resort sih). Jadi kami leluasa banget berenang-renang dan main air sambil berisik hehehe. Paling-paling ada satu dua bule yang lewat dan mereka berenang di sisi lain pantai – kan pantainya luas jadi ga usah takut keganggu deket-deket.

Pantai di Pulau Pelangi, photo by Monika Suryadi

Pantai di Pulau Pelangi, photo by Monika Suryadi

Pantai di Pulau Pelangi ini airnya jernih banget dan landai alias nggak dalem, jadi buat yang nggak bisa berenang macam gue nggak perlu kawatir. Gue masih bisa jalan-jalan di dalam laut hahaha toh airnya cuma sepinggang gue aja. Ada sih bagian yang dalemnya, tapi udah dibatasi jadi pengunjung ga perlu takut hilang di tengah laut, dan ada tembok batu pemecah ombak juga yang membuat pantai ini nggak bakal kena ombak gede. Sehingga pantai di Pulau Pelangi ini lumayan kids friendly, alias aman buat anak-anak buat bermain-main. Gue liat ada rombongan keluarga Jepang dan India yang membawa anak-anaknya liburan ke pulau ini.

Pukul 12 siang kami beranjak dari pantai menuju restoran resort, karena makan siang sudah disediakan. Menunya prasmanan, dan ternyata cukup enak seperti makanan hotel pada umumnya. Kalau liburan ke pulau gue sebelum-sebelumnya kan makanan disediakan oleh penduduk pulau, kalo kali ini lebih proper dan berkualitas deh hehehe.

Pemandangan di bawah laut pas snorkling, ada ikan-ikan lucu dan terumbu karang unyu

Pemandangan di bawah laut pas snorkling, ada ikan-ikan lucu dan terumbu karang unyu

Setelah makan, agenda kami berikutnya adalah snorkling. Nah, ternyata kalau mau snorkling nggak perlu jauh-jauh naik kapal dulu ke tengah laut. Cukup berenang dari pinggir dermaga, udah ada hamparan terumbu karang yang cantik-cantik! Yay! Setelah menyewa life jacket (seharga Rp 20ribu sekali sewa untuk seharian) kami bergegas nyemplung ke laut dan berenang ke tengah. Ada juga beberapa pengunjung yang memilih untuk memancing di dermaga. Nggak perlu jauh-jauh, pemandangan dalam laut udah asik banget kok. Terumbu-terumbu karangnya terlihat jelas karena airnya jernih, juga ikan-ikan kecil warna-warni yang sliweran deket kaki nggak takut ikutan main.

Sunset dari balkon resto. Photo by Sisil

Sunset dari balkon resto. Photo by Sisil

Gue dan temen-temen bersenang-senang snorkling dan menjemur diri di tengah laut sampai sekitar jam 4 sore. Setelah itu kami naik lagi ke daratan… Karena cape dan saatnya snack time! Di resto resort sudah disiapkan kopi, the dan pisang goreng hangat buat cemilan. Aaahh senangnya! Sambil leyeh-leyeh di balkon resto yang menghadap ke lautan lepas, kami menikmati sore yang indah itu sampai matahari tenggelam.

Sebelum makan malam, kami kembali dulu ke cottage untuk mandi dan ganti baju. Lalu kembali lagi deh ke restaurant area. Pihak resort sudah menyediakan barbecue alias bakar-bakaran di halaman resto… jadi kita bisa menikmati ikan dan udang bakar sepuasnyaaaa! Yah, sampe abis sih hihihi. Makanan prasmanan lain juga tetap disediakan, jadi ga perlu cape-cape nungguin yang lagi bakar-bakaran.
Malam itu kami habiskan dengan makan kenyang dan ngobrol seru di teras balkon sambil memandang bulan di atas lautan. Ah, rasanya asik banget ya kalau bisa menikmati pemandangan ini setiap hari.

Keesokan paginya kami bangun pagi, langsung siap-siap pake sunblock dan baju renang. Karena rencananya hari ini kita mau kayaking! Itu lho, naik kayak – perahu kecil yang hanya memuat dua orang. Untuk menyewa kayak ini cuma Rp 40,000 per perahu (sudah termasuk life jacket). Naahh, setelah sarapan pagi di resto resort, langsung deh kami mendayung kayak dari pantai ke tengah lautan.

Belajar mendayung kayak!

Belajar mendayung kayak!

Ternyata mendayung perahu itu susah, sodara-sodara! Hahahaha. Berkali-kali kita kewalahan ngatur arah perahu, karena kebawa ombak. Oya, untuk area mendayung ini sih disarankan tetap berada di area sekitar Pulau Pelangi, yaitu sebelum tembok pemecah ombak. Supaya lebih aman nggak kebawa ke laut lepas dan ombaknya nggak terlalu heboh. Jadi nggak usah takut bakal hilang di tengah laut hehehe.

Kami sempet mendekat ke arah balkon restoran tempat kami makan tadi. Untungnya ada bapak-bapak baik hati yang mau motretin kita dari balkon itu… Yaayy jadi kita punya foto sedang kayaking di lautan! Hiihihihi.

Setelah puas (dan capek) mendayung-dayung, kami kembalikan perahu ke pantai dan kembali ke laut untuk berenang. Kan itu tujuan utama kami ke pulau ini… untuk leyeh-leyeh di dalam air laut yang jernih. Untungnya lautan di sekitar Pulau Pelangi ini nggak begitu dalam, jadi gue masih berani berenang-renang. Termasuk menjemur badan. Dijamin kembali dari Pulau Pelangi, kulit badan langsung menggelap 200% alias gosong hahahaha…. Asal pake sunscreen sih nggak bakal kebakar, paling jadi item aja 😛

Mencoba pake tongsis :P

Mencoba pake tongsis 😛

Sekitar pukul 12 siang akhirnya kami memutuskan udahan leyeh-leyehnya, lalu mandi dan siap-siap check out dari resort. Karena speedboat yang akan menjemput kami baru akan datang pukul 2 siang, jadi kami masih ada waktu untuk makan siang dulu sebelum pulang. Aaaww rasanya masih belum puas sih main-mainnya…. Eh ternyata karena ada satu kesalahan jadwal, ternyata speedboat penjemput kami baru bisa datang sekitar pukul 3 sore. Yay! Berarti masih ada waktu satu jam untuk bermain-main di pantai!

Sambil menunggu speedboat menjemput, gue dan temen-temen memutuskan untuk leyeh-leyeh di pinggir pantai yang menyediakan hammock untuk tidur-tiduran dan kayu-kayu tempat duduk di bawah pohon. Aaahhh…. segarnya…

Ketika speedboat kami akhirnya tiba pukul 3 sore, kami memutuskan untuk duduk di bagian atas, bersama pak supir eh nahkoda kapal yang sedang bekerja. Iya, kali ini speedboat yang menjemput kita lumayan gede, jadi ada beberapa bangku penumpang juga di bagian atas. Eits, tapi jangan salah…. Setelah speedboat kami menderu meninggalkan Pulau Pelangi, baru deh kerasa betapa kenceng angin di bagian atas sini. Dan juga ombaknya! Hahahaha beberap akali kami disiram air ombak yang menyembur dari depan dan samping kapal. Basah kuyup deh! Nggak cuma gue, beberapa penumpang lain di bagian atas juga kesembur. Udah kaya naik wahana arung jeram deh ahahaha. Jadi kalo kamu suatu saat berkesempatan naik speedboat di bagian atas, jangan lupa bawa baju ganti ya. Kalo nggak ya nanti bakal basah kuyup pas nyampe Jakarta, seperti gue dan temen-temen gue hihihi.

Perjalanan selama satu setengah jam yang seru di kapal speedboat ini akhirnya berakhir juga di dermaga Marina Ancol. Itu berarti liburan ke pantai gue dan temen-temen berakhir. Yaahh… Eh tapi jangan sediiih. Tahun depan gue dan temen-temen berencana untuk ke pantai lagi kok. Kenapa tahun depan? Yah selain karena dompet gue perlu bernafas dulu, sekarang juga udah memasuki bulan-bulan musim hujan, yang berarti sangat tidak disarankan untuk berlibur ke laut. karena arus ombaknya udah mulai kenceng… Jadi mendingan tahun depan aja sekitar mulai bulan April sampai September lah waktu yang oke buat ke laut.

Gue sempet bikin video pake henpon gue tentang liburan gue di Pulau Pelangi. Yah kualitasnya sih seadanya, tapi lumayan laaah…. Silakan ditonton buat liat-liat keasikan liburan gue ya. Sampai ketemu lain waktu di Pulau Pelangi!

Leave a Reply

Recent Post