Bingkisan Istimewa Dari Batang

Kristik Yanah

Kristik dan surat dari Yanah

Bulan November lalu, aku mendapat sebuah kiriman istimewa dari seorang teman di Pekalongan. Kristik buatan tangan bertuliskan namaku. Tentu istimewa dong, karena sang pembuat hasta karya ini, Yanah, sampai rela bersusah-payah menyulam benang-benang itu demi aku loh…

Padahal aku baru ketemu Yanah sekali, sewaktu aku dan sekeluarga ke rumah Budhe di Pekalongan saat Lebaran tahun lalu. Tapi sebelumnya aku dan Yanah sudah sering ngobrol via Twitter maupun Y!Messenger. Yanah sangat manis dan ramah, asik diajak ngobrol, jadi walaupun baru pertama kali bertemu, rasanya sudah bersahabat bertahun-tahun.

Seperti Yanah, aku juga suka membuat kerajinan tangan. bedanya, aku nggak bisa bikin kristik, bisanya cuma gunting-tempel dan bermain-main seputar lem dan kertas. Tapi kadang-kadang kalau lagi males, ya nggak bakal bikin hasta karya apa-apa. Tapi dari kristik buatan Yanah, aku jadi teringat lagi perasaan yang menyenangkan saat membuat hasta karya.
Bersama dengan kristik buatan tangannya, Yanah juga menyertakan secarik surat yang isinya benar-benar mengingatkan aku akan perasaan itu.

Ini kutipannya:

Belajar mengkristik itu seperti jatuh cinta. Butuh kesabaran, butuh keikhlasan, butuh hati yang legowo. Ada kalanya patah hati saat ternyata benang yang dimasukkan salah lubang dan terpaksa harus menarik atau meloloskan kemudian memasukkannya ke dalam lubang yang benar. Tapi ada kalanya pula buncah saat hasil kristikan benang sesuai dengan yang diharapkan.”

Ah, Yanah. Terima kasih ya, kamu ngingetin saya. Nggak cuma belajar mengkristik, tapi belajar membuat box, menulis artikel, bahkan ngurus bisnis pun seperti itu kok. Cuma kadang aku lupa, jadinya suka kemrungsung (rusuh) sendiri.

Aku udah janji bakal mengirim hadiah balasan buat Yanah, tapi meleset sebulan lebih. Tunggu aja ya 🙂

583 Comments

  1. DV

    Hmmm… kupikir keset jhe itu… tapi bar tak sawang2.. wo jebul kristik 🙂

Leave a Reply

Recent Post